
sekilas, tanpa sengaja ku melihat kembali file foto-foto masa SMA…
hingga masuk ke file semasa “Cheerleader”.
Pada saat itu tahun 2000, di SMA berasrama itu, cheerleader belum menjadi kegiatan aktif di sana (pernah ada, kakak kelas 1 tahun di atas kami. Tetapi saat itu terbilang tidak terlalu jelas disebut cheers atau dance)
Cheerleader bisa diartikan aktivitas fisik, olahraga kompetitif, menggunakan rutinitas terorganisir, yang biasanya berkisar antara satu sampai tiga menit, berisi komponen jatuh, tari, melompat, sorak-sorai, dan merupakan menghibur pada tim olahraga di permainan atau untuk berpartisipasi dalam kompetisi.
Akhirnya, saat obrolan santai sewaktu istirahat siang dengan beberapa teman, nekatlah kami membentuk tim cheerleader SMA Pangudi Luhur Van Lith. Dengan nekat, mengajak beberapa rekan lain serta adik kelas yang sekiranya punya niat, berani dan mampu..
Tidak mudah saat itu, banyak pihak yang harus di beri penjelasan: suster asrama, kepala sekolah, ketua asrama, ketua angkatan dll. Karena, di SMA itu cukup banyak hal-hal modern yang sengaja tidak bisa diikuti..
Pandangan yang muncul paling berat adalah dari pihak pimpinan asrama putri yang notabene biarawati. Karena menurut beliau, cheerleader pasti akan menggunakan pakaian seksi, minim dengan gaya-gaya yang menggoda….ha.ha..ha…..
Iya, hal ini memang menjadi tanda seru bagi beliau, karena sehari- hari saja aturan yang wajib kami ikuti: rok sekolah kami 1 jengkal dibawah lutut, baju ngga boleh berbentuk tubuh, kalo keluar asrama (bahkan ke warung depan, harus pakai celana dibawah lutut), kalo dikunjungi orang pun baju harus sangat diperhatikan…..
Tapi saat itu, tanpa putus asa…..
Kami akhirnya berhasil membentuk sebuah team Cheerleader (VL 9 dan VL 10) dengan anggota sekitar 14 orang.
Mulai dari latihan, berkreasi berbagai gaya, membentuk piramid, latihan saling topang, dll
Seorang dari tim pun (Tori) , mulai berkreasi sebuah kostum dengan tetap menjaga aturan-aturan yang ditetapkan oleh suster kepala….
Dengan uang pribadi masing-masing (karena saat itu pihak sekolah belum menyetujui penuh keberadaan kegiatan ini), kalo tidak salah 1 orang @ Rp.100.000 . Kami membeli semua keperluan, mulai dari bahan baju, dekker, bahan pompom..Untuk kostum pun, karena biaya yang minim, kami menjahitkan ke anak-anak SMK jurusan menjahit di Magelang. Dengan naik angkot, membawa kain untuk kostum, berempat kami mencari SMK itu, dari situ kami kepasar mencari keperluan lainnya ..ppffuufff…melelahkan memang…
Saat itu, begitu bulat tekad & semangat ada di setiap jiwa anggota cheers ini. …latihan pun makin dimaksimalkan, karena menjelang perform pertama kami. yaitu di LUSTRUM 2 SMA Pangudi Luhur Van Lith 17 Mei 2000
Sebelum perform ke publik , satu kewajiban yang wajib kami lakukan ; menunjukan kostum dan gerakan kepada suster asrama dan ketua angkatan / asrama…
Akhirnya:
* kostum lolos sensor, roknya selutut, lengan tertutup
* gerakan lolos sensor , energik, girly tidak ada gaya-gaya menggoda…
ha.ha.ha…..seru dan lucu kan….
Oh iya, dalam persiapan perform ini, kami terbilang agak sembunyi-sembunyi dari beberapa pihak, karena kami ingin membuat kejutan dan membuat pihak yang masih menentang percaya bahwa kegiatan ini sangat bagus, mengutamakan energik dan tetap menjaga ketentuan dari sekolah yaitu berbaju sopan …
Finally…..Puji Tuhan…
Saat perform tiba, dan saat itu…..semua mata kagum terpesona, banyak pihak penentang tidak percaya, dan semua begitu tercengang dengan gerakan, piramid-piramid dan akrobatik dalam perform ini…dan begitu puasnya kami bisa membuktikan bahwa “ini total & bakat”
Pihak kepala sekolah, menyatakan dirinya sangat menyesal dan minta maaf, karena awalnya kurang mendukung dan tidak bisa mensupport dana….
Tetapi, puji Tuhan, akhirnya kegiatan ini selanjutnya diijinkan…dan terus ada sampai saat ini di SMA Pangudi Luhur Van Lith…

Senang sekali semasa 2 tahun bisa menekuni cheerleader ini bersama HARLOTZ-D.
HARLOTZ-D yang merupakan singkatan nama-nama anggota pertama (yang bisa dikatakan perintis) ….
A = Ariestien, Ayu
R = Rosa, Ririh
L = Lia, Liza, Floren Lina
O = Odeil
T = Tori, Tina
Z = Zita
D = Dewi, Dora
Terima kasih khusus; Kapten kami Dora , juga Lia , Tori….kita semua dan seluruh tim berjuang u/terbentuknya Cheerleader SMA Pangudi Luhur Van Lith “HarlotzD”….Dan pastinya kini, cheerleader disana makin bagus dan hebat dibanding jaman kita saat itu…
Lalu, yang jadi pertanyaan sekarang…apa kabar kalian semua????



SMA berasrama…yah 3 tahun aku merasakan hidup disana..
Pagi hari
Cerita di sekolah
Bila saatnya istirahat, beragam tujuan didatangi: ada yang langsung nongkrong di kantin sambil ngambil berbagai makanan tanpa bayar, ke perpustakaan, ke lapangan untuk basket, duduk-duduk di depan kelas, atau bahkan yang pacaran mencari tempat yang asik untuk berduaan…ha..ha..ha…
Saatnya doa bersama…seluruh penghuni asram fokus dengan completa, ibadat di kapel, rosario, dll tergantung jadwalnya…dan bagi yang bertugas memimpin biasanya sudah duduk paling depan…
Mei 2009, Jamaica Café yang digawangi Anton, Hekko, Bayu, Michael, menyebarkan rasa cinta dan kepedulian untuk hutan Sumatera dengan mengajak pengunjung di Pluit Village bernyanyi, dan ngobrol-ngobrol.



Melalui lagu ini, Katon Nugie menggugah masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Semua hasil dari ring back tone ini yang seharusnya menjadi royalty Katon Nugie, akan disumbangkan untuk pemulihan lingkungan melalui WWF-Indonesia “ kata Katon. Sekarang, saat nya, kita mengekspresikan dukungan kita untuk bumi dengan ikut download RBT

Komentar rekan